You are currently browsing the monthly archive for July, 2008.
yang ada di genggaman tangan saya adalah ipod terbesar di dunia! now playing: the perfect thing. penasaran ipod tipe apakah ini?
sebuah kertas bertuliskan musola, dengan sedikit imajinasi ada yang menambahkan ka dan t? menjadi kamusolat? sebuah pertanyaan yang taktis..
dengan bangga elektro 2007 mempersembahkan pohon perdana yang kami tanam di sekitar hme. berhubung kami punya jargon oke champ, kami menamakannya champara (bacanya seperti baca cemara dengan cem dibunyikan seperti champ). got it? oh ya yang kuning di atasnya itu bola ping pong yang biasa dimaenin anak-anak hme, harapannya sih biar bayi cemara itu bisa jadi atlit ping pong kelas dunia, hoho..
setelah membabi buta maen percussion master dan meraih high score, akhirnya mac albert dan kue berkesempatan mengabadikan momen kemenangan tersebut. mac dengan mata terpejam, albert yang bikin highscore senyum sumringah, dan kue yang gatau kenapa posenya kaya lagi mo nyium albert, hwhw..
Gue baru aja pulang maen percussion master di gamemaster riau junction ma albert n kue.
Sampe depan kamar kosan di lante 2, liat tempat gue biasa gantung handuk..
Oh no! HANDUK GUE ILANG! Aneh banget ga sih? Masa ada yang segitu nge-fans nya nilep anduk gue? Napa ga sepatu gue gitu yang kerenan dikit, huhu..
Handuk, di manakah engkau berada? I miss u. ToT
Hayoo, siapa yang ga pernah naek angkot? Tunjuk tangan! Baik2, cukup, turunkan tangan kalian..
Sebelum memulai, marilah kita samakan persepsi.. Berdasarkan situs http://macpedia.com yang sedang dan akan selalu under construction, angkotexiabia berarti ketakutan yang berlebih untuk naek angkutan kota, see?
Oh ya sebelum membeberkan tips n trik mengatasinya, tebak2an dulu yuk..
Kenapa naek angkot bisa gratis?
Ya, memang naek angkot selalu gratis, bayarnya kan emang pas turun.. *plis don’t kill me, folks!*
Baiklah, tanpa berpanjang lebar, berbasa basi, dan termehe-mehe (waduh yang terakhir ini apa yah artinya?), inilah TIPS & TRIK MENGATASI ANGKOTEXIABIA:
- Yakinkan diri bahwa penumpang adalah raja. Buktikan saja: anda minta diturunkan di Dago, maka anda akan turun di Dago. Kuncinya adalah: JANGAN SALAH NAEK ANGKOT!
- Percayalah bahwa si supir adalah lulusan cum laude dari sirkuit F1. Meskipun kendaraan tak terkendali serong sana sini, teguhkan hati bahwa si supir akan menghantarkan diri anda di tempat tujuan dengan selamat TIDAK sentosa.. Jika anda masih merasa khawatir berlebihan ketika supir ugal-ugalan, maka tak ada cara lain selain buka jendela dan melompatlah keluar sambil berteriak: “Sambel!!!”
- Pasanglah tampang ramah senyum sumringah.. Namun, ketika ada sosok yang mencurigakan, ubahlah tampang menjadi wajah galak dan emosian.. Jangan lupa berpose seperti kaum papa, berakting lah bahwa tonjolan di saku celana anda bukanlah HP melainkan botol Aqua 600 ml.. Salut deh kalo bisa akting kaya gitu, hoho..
- Siapkan uang receh jaga-jaga jika ada pengamen. Memang recehan terasa memberatkan dompet, tapi tak ada salahnya juga menyiapkannya karena bisa dimakan sewaktu-waktu untuk mengganjal perut (dalam arti sebenar-benarnya, nyangkut di lambung, hehe)
- Ini yang paling penting, camkan baik-baik! Berhubungan dengan kenaikan harga BBM, maka TDA (Tarif Dasar Angkot) pun turut melambung.. Yang biasanya dari deket kosan saya ke kampus naek Panhegar-Dipatiukur cukup 1000, sekarang supir2 pada minta 1500.. Ketika dekat tujuan, siapkanlah selembar uang seribuan dan KOIN BERAPAPUN (100, 200, yang jelas jangan 1000, rugi lah!).. Kenapa berani gitu? Berdasarkan survey, para supir matanya setengah rabun dan cuek.. Mereka merasa bahwa setiap penumpang turun, mereka harus menerima satu lembar kertas dan sebuah koin. See? Ga peduli berapa pun nominal koin itu, hehe..
- Berikan uang secepat mungkin dengan muka membelakangi supir, berjalan secepatnya, dan teruslah berjalan meskipun denger si supir manggil-manggil kita: “Kurang, dik!!!”
Info Asik: Kalo lagi mo hemat n ga takut karma jelek, anda bisa naek angkot totally FREE! Caranya? Tunjukkanlah satu lembar uang lima puluh ribuan dan beri tahu bahwa itu duit terakhir anda.. Dijamin supir ga punya kembalian dan merelakan kepergian kita begitu saja. Sudah teruji! XD
Abad berapa ya ini? 21 bukan si? Anggep aja iya lah ya, hehe..
Nah, di abad ini, buat generasi pelajar apa sih benda atau ide yang paling bermanfaat? Ponsel kah? Mobil kah? Internet kah? Iket rambut kah? (yang terakhir gue juga gatau kenapa bisa masuk kategori, hoho)..
Setelah melakukan survey dengan responden sebanyak satu orang yang ga lain ga bukan adalah gue sendiri, maka dengan ini diproklamasikan bahwa:
PENEMUAN TERYAHUD ABAD INI ADA 2 YAITU: *eng ing eng* (dengan backsound: star wars)..
1. Empat buah tombol pada keyboard yakni CTRL, A, C, dan V.
2. Sedikit kreativitas (ganti font, permainan diksi, dan tuker paragraf) ^^
Yup, dua hal di ataslah yang PALING AMPUH BERKONTRIBUSI bagi generasi pelajar, u know laa.. XD
catetan kaki: sudah waktunya kita mengurangi frekuensi penemuan tersebut di atas, meskipun mengeliminasi adalah hal yang absurd, hehe
Bukan.. Bukan! Post ini bukan tentang gue yang putus asa, sama sekali bukan, sumpah bu! ^^
Lah terus napa judulnya kaya orang hopeless gitu mac?
Baiklah, saya akan segera mengaku dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Post ini akan menuturkan tentang tingkat kedewasaan anak-anak SD pada abad 21. Yoi deh! Judulnya cocok banget tuh jadi skripsi anak-anak psikologi, haih..
Baru-baru ini gue mendapatkan 2 cerita yang cukup menarik dan miris (halah, lebai!) tentang kehidupan anak-anak SD. Satunya didapat dari seorang mantan ketua himpunan, satu lagi dari seorang teman di FKUI.
Cerita 1. Di angkot. Dua orang anak SD cewek lagi ngobrol-ngobrol. Berikut adalah cuplikan sekenanya yang ada bumbu fiktifnya:
Anak SD A: Eh B, aku kangen sama Justin nih.. Telpon ga ya?
Anak SD B: Udah telpon aja.. Eh eh, aku bingung nih mendingan sama si Bob apa Vinsen ya?
Anak SD A: Mendingan sama Vinsen aja, udah ganteng, perhatian pula.. *krik krik krik*
Cerita 2. Di sebuah acara penyuluhan. Seorang teman FKUI sebut saja Ian dan teman-temannya melakukan kunjungan ke sebuah Sekolah Dasar. Berikut adalah cuplikan seasal-asalnya dengan kecap tipu-tipu:
Cewek SD X: Kak, temanku tadi ada yang minta nomer HP temen kakak yang di sana. *menunjuk ke suatu arah*
Ian: Oh ya?
Cewek SD X: Iya. Boleh kenalan ga? Nama kakak siapa?
Ian: Ian..
Cewek SD X: Nomer HP nya berapa, kak?
Ian: *entah apa alasannya hingga berhasil menolak dengan halus*
___________________________________________________________________________________________________
Itulah realita bangsa. Anak-anak jauh lebih cepat mencapai titik kedewasaan, meskipun kedewasaan di sini bukan berarti kedewasaan mental, hanya dewasa ecek-ecek semata. Mengapa oh mengapa? Mungkin sinetron dan film ABG yang berseliweran tiap hari dan ditonton jutaan pasang mata anak muda sekarang turut berkontribusi negatif. Sepaham teman? xp





