You are currently browsing the monthly archive for January, 2009.

hari ini hari rabu, semua berjalan tak beda dengan hari-hari sebelumnya, diisi dengan menyelenggarakan olimpiade tenis.

bedanya adalah: hari ini ada rapat eksternal di hme.

sialnya adalah:

gue tidur siang. eh tidur sore deh secara mulainya jam 4. terbangun sekitar jam 6 karena kepanasan.

bangun-bangun langsung ke wc gelap-gelapan. pas mau keluar wc, kepala gue ngejedot ke tembok deket pintu.

spesifiknya yang tergores adalah tepat di alis kiri gw. beuh.

gue langsung pusing, sempoyongan, untung masih menyempatkan diri jalan ke ranjang, rebahan.

lalu tangan kiri gue mencoba mengecek dan damn, goresan selebar kuku itu mengalirkan darah lumayan deras.

telapak tangan kiri daerah jemari dipenuhi oleh darah segar.

singkat kata, penampilan gue berakhir seperti ini:

hansaplast

old

the old day

____________________________

new

the new day

nampaknya kepulangan gue yang akan singkat ke jakarta kali ini cukup bermakna. tidak seperti biasanya yang hanya diisi makan, nonton, tidur, dengan siklus berulang, kemarin gue bersama bonyok bertamasya ke taman ismail marzuki. pukul setengah 7 kita udah sampe di sana, karena masih banyak waktu, kita mampir ke galeri lukis, sempat terbingung-bingung bagaimana cara menilai sebuah karya lukis. pada kenyataannya, seringkali lukisan yang terlihat biasa tak bermakna, nyatanya oleh pengamat seni lukis menilainya sebagai sesuatu yang bernilai jual tinggi, puluhan bahkan ratusan juta, out of my mind.

singkat kata, kita menuju loket, menukar kuitansi dengan 3 buah tiket kelas bawah, tiket balkon seharga 30 ribu idr. sebentar, gue mendengar kalian berbisik-bisik.. yaa? oh kalian memang betul, di sana kita juga sempat ditawari tiket oleh para calo, sayang sekali bung calo, kita sudah berkeluarga! oops salah, kita sudah bertiket! hahaha.

waktu menunjukkan pukul 19.15. kita memutuskan untuk memasuki ruang teater 15 menit sebelum waktu pementasan. republik petruk, itulah nama pementasan teater koma produksi ke-116 ini. pementasan karya n. riantiarno ini mengisahkan tentang seorang punakawan yang menjadi raja di lojitengara dengan gelar raja petruk belgeduwelbeh tongtongsot. heboh bukan? ga juga koq, hanya butuh beberapa detik saja untuk menghafalkan nama aneh itu, hehehe. oh ya jangan khawatir buat kalian yang seperti gue, buta wayang, karena pada intro disajikan pengenalan wayang yang runut dan lugas. cukup memberikan gambaran yang kuat tentang kisah pewayangan.

sinopsis cerita? wah jangan deh, ga rame atuh. para pelakon? hmm, kalo kita bukan penikmat seni teater sih, ga bakalan tau deh siapa aja para pelakon di dalamnya, palingan kita kenal yang namanya cornelia agatha yang berperan sebagai mustakaweni. gue cukup mengapresiasi mba cornelia yang dulunya udah enak hidup dari sinetron, tapi kini aktif sebagai pemain teater. pilihan yang beda dari rekan-rekan kerjanya terdahulu. padahal jika dibandingkan effort dan penghasilan yang dihasilkan, penghidupan dari sinetron jauh lebih meyakinkan dari teater koma yang peminatnya hanya segelintir orang.

yang menarik dari pementasan republik petruk, sebuah kisah pewayangan, adalah kostumnya. mengapa? karena tidak seperti biasanya yang mengenakan pakaian yang tradisional jadul, kali ini yang diangkat adalah tema harajuku. bahkan arjuna dan priambada (anak arjuna) nampak seperti son goku dalam dragon ball, dengan pakaian warna tabrak sana sini, rambut warna biru heboh, mantap! diyakini bahwa usaha semacam ini bisa menarik pasar yang lebih luas, diharapkan dapat mendapat ruang di hati para kawula muda yang lebih mengenal superhero berakhiran man, seperti superman, spiderman, batman, wonderwoman, ironman, dan bahkan cemen. tak hanya dari segi kostum, lelucon jenaka yang disampaikan melalui ucapan maupun gestur tubuh juga terupdate. jokes-jokes yang muncul mengalir deras, seperti padu padan bahasa indonesia dengan bahasa inggris maupun daerah, juga gerak-gerik pelakon yang di luar bayangan penonton sehingga menghasilkan efek luar biasa.

setelah 4 jam pementasan, ditambah 15 menit break, pementasan republik petruk berakhir. tepuk tangan mengalir deras terutama untuk si gareng (diperankan oleh emanuel handoyo) dan duet maut cangik (diperankan oleh ratu matumona) & limbuk (diperankan oleh tuti hartati).

jadi cinta seni teater dan berharap bisa sering-sering ke jakarta dan menikmati karya lainnya. teringat ketika pertama kali gue diajak bokap nonton teater koma, itu adalah pementasan bertajuk sampek engtay, saat itu gue udah jatuh hati. memang menjadi pelakon bukan nyawa gue, cukup penikmat saja, hehe.

note: teater koma sudah berusia 32 tahun sejak berdiri tahun 1977. mengapa koma? karena koma adalah sebuah metafora yang mengartikan gerak berkelanjutan, senantiasa berjalan, tiada henti, tak mengenal titik.

entahlah apakah itu sekelumit, yang penting gue suka!

kemarin adalah hari yang melelahkan, bukan karena olimpiade, bukan pula karena menyetir, tapi karena gue dan rekan mengerjakan sebuah proyek. proyek apa? bukan proyek sisdig yang bikin indeks sistem digital gue C, bukan sama sekali! proyek ini adalah proyek sederhana, agak bodoh, berharap disaksikan jutaan umat manusia. proyek ini memakan waktu 2 jam sambil menunggu inagurasi sang anak menteng, obama. to be updated..

______________________________________________________________________________________________

pagi ini berjalan normal, kecuali hari ini gue bangun jauh lebih siang dari kemarin. olimpiade pun menyenangkan karena tidak menyerap energi sebesar hari-hari sebelumnya. beberapa pertandingan harus ditiadakan akibat ketidakdisiplinan para peserta, sorry to say.

congrats buat tim sepak bola hme yang udah menaklukkan hmtl dengan skor 2-0. bola ditendang langsung masuk ke gawang!

_______________________________________________________________________________________________

gue menyempatkan melihat update indeks-indeks mata kuliah. sisdig gue C. entah mau berkata apa, gue emang ga bisa. rasa bete memuncak ketika gue ke bni untuk mengurus pengaktifkan rekening yang belom sempet gue urus sejak pergantian ktm baru. begitu masuk gue langsung muak, muak melihat deretan seven segment menyala merah menunjukkan nomer antrian. kesel? you name it!

special note: gue membuka buku tabungan gue. melihat kapan terakhir kali gue ngeprint buku tabungan. 21 januari 2008. oooh gue pikir 21 januari. setelah gue cerna, perut gue mulai bergejolak. astaga bung! hari ini adalah hari rabu, 21 januari 2009. dengan kata lain, gue udah ga pernah ngeprint buku tabungan lagi sejak setaon yang lalu! padahal yah di petunjuknya aja, cetak buku tabungan minimal 2 bulan sekali. 2 x (6) = 12 bulan = 1 tahun. astaga gue berdosa dengan bobot 6 sks nih kalo diitung-itung.

_______________________________________________________________________________________________

agama yang nabung gue cuma dapet B. kenapa B? soalnya ga A.

_______________________________________________________________________________________________

talking about sensitive thing. Istana Plaza atau lebih akrab dipanggil IP adalah topik sensitif. gue sebel banget. kenapa? soalnya gue ga berkembang. sistem udah baru dengan 7 kasta, A, AB, B, BC, C, D, dan E. lah kenapa nilai gue kaya jaman dulu pas tpb? ga ada tuh yang kombinasi 2 huruf. standar!

tapi gue bersyukur deh. gue sehat, keluarga baik-baik saja, teman-teman bahagia. that’s enough.

apalagi di tengah badai yang menimpa beberapa teman, gue masih bisa bertahan.

thanks god. mau ngutip kata-kata marcel yang penyanyi itu:

terima kasih semesta untuk perjalanan hari ini.

alhamdulilah minggu pertama olimpiade tenis berlalu.

cape juga senang. tetap semangka!

*waktunya terlelap*