Skip to content
April 9, 2011 / machandra

E-mail: Attachment dan Penyadapan


Tugas kali ini adalah seputar e-mail. Tugas pertama melihat raw file dari sebuah e-mail yang mengandung dua attachment yang dikirimkan ke akun e-mail sendiri.

Saya mengirimkan e-mail dengan sebuah akun gmail saya kepada diri sendiri dengan subject: “Tugas KI” dan isi e-mail bertuliskan “Dua attachment”.  Attachment yang saya attach ada dua yaitu: jadwal_kuliah sem 8.txt dan Attachment kedua.docx.

Kemudian saya masuk ke inbox dan mengecek e-mail yang masuk, lalu memilih menu “show original” dan diperoleh raw file sebagai berikut:

Raw file di atas menunjukkan header dari e-mail yang dikirim.

Raw file di atas menunjukkan informasi dari attachment pertama yaitu file jadwal_kuliah sem 8.txt

Raw file di atas menunjukkan informasi dari attachment kedua yaitu file Attachment kedua.docx.

Ternyatasetiap attachment di batasi oleh –001485f80eb020519404a0722186

Cara pemrosesan attachment: menempuh proses parsing yang bergantung kepada content-transfer-encoding. Pada e-mail ini yang digunakan adalah base64. Oleh karena itu, yang tertulis di raw file dituliskan dalam 6 bit bukan 8 bit karena basis 64. Tujuannya adalah untuk memberi kesamaan encoding di setiap mesin.

Tugas kedua adalah melakukan penyadapan e-mail dengan wireshark.

Ternyata setelah diamati, protokol e-mail (SMTP) yang digunakan gmail mengenkripsi pesan sehingga pesan yang berhasil disadap tidak dapat terbaca. Dibutuhkan proses dekripsi lebih lanjut untuk menerjemahkan pesan tersebut.

March 22, 2011 / machandra

Sebuah Curahan Hati Mahasiswa

Bagai seekor tikus yang berharap diwisuda

JikaDdianalogikan dalamEsebuah game, saya sedangMberhadapan denganObig boss yang jika sanggup saya kalahkan akan mengakhiriKgame tersebut. Begitu pula dengan kondisi saya saat ini sebagai mahasiswa tingkatEakhir yang disibukkan dengan terpaanRbadaiETugasKAkhir, jikaTsayaOsanggupRmenuntaskannyaAdenganTmulus maka akan berbuah kelulusan yang indah.

AkanStetapi,EhalNtersebutIharusNdicapai dengan usaha yang keras dan tekad yang kuat. Sejauh ini, progressnya masih terbilang lambat jika dibandingkan rekan-rekan sejawat. Bagaimanapun, sayaPpercaya,AhabisGgelapIterbitlah terang, dan vice versa.

 

March 10, 2011 / machandra

Memantau Jaringan dan Mendeteksi Port Scanning dengan Wireshark dan Advanced Port Scanner

Posting kali ini merupakan tugas ketiga dari mata kuliah yang saya ambil yaitu Keamanan Informasi di mana mahasiswa diminta untuk melakukan pemantauan jaringan sekaligus mendeteksi port scanning.

Berikut ini adalah tiga tahap yang perlu dilakukan dalam tugas ini:

1. Menjalankan program sniffer di sebuah PC untuk memantau paket yang menuju ke komputer tersebut

Program  yang digunakan adalah wireshark. Akses jaringan dilakukan di kampus dari akses Wi-Fi Comlabs dengan IP Address 167.205.60.66. Hasil capture adalah sebagai berikut:

2.  Melakukan port scanning dengan software bernama Advanced Port Scanner dari PC yang berbeda.

IP Address dari PC tersebut adalah 167.205.60.64. Ini berarti PC dengan IP Address 167.205.60.64 melakukan port scanning untuk memeriksa port mana saja yang terbuka dan tertutup pada PC dengan IP Address 167.205.60.66.
3. Menyimpan hasil capture dari wireshark setelah port scanner diaktifkan, sekaligus menunjukkan pada bagian mana aktivitas port scanning berlangsung.

Berikut ini adalah hasil printscreen yang diperoleh untuk wireshark setelah port scanner diaktifkan:

Berikut ini adalah hasil printscreen yang diperoleh untuk Advanced Port Scanner yang menampilkan kondisi port:

February 14, 2011 / machandra

[II3062] Mencari Informasi DNS

Tugas 1: Mencari pemilik domain dari data whois untuk itb.ac.id dan detik.com
Untuk mencari pemilik domain saya menggunakan tools yang tersedia di sebuah web yaitu http://whois.domaintools.com.
Hasil dari whois itb.ac.id, pemilik domain itb.ac.id adalah Perguruan Tinggi

Domain Information
Domain Name : itb.ac.id
Type : Education
Organization : Perguruan Tinggi
Registrant type : BUMN
Registrant Address :
Registrant agent : ai3.net
Registration Date : 18 May, 1995
Date End : 30 September, 2011
Date Update : 18 November, 2010
Status Domain : Registered
Administrative Contact
Name : Basuki Suhardiman
NIC Handle : bs38
Organization : Institut teknologi Bandung
Billing Contact
Name :
NIC Handle : rinal1
Organization :
Registrant Contact
Name :
NIC Handle : dnsad21
Organization :
Technical Contact
Name : d
NIC Handle : rinal1
Organization :
Name Server
Name Server : ns1.ai3.net
Name Server : ns1.itb.ac.id
IP Address : 167.205.23.1
Name Server : ns2.itb.ac.id
IP Address : 167.205.22.123
Name Server : ns3.itb.ac.id
IP Address : 167.205.30.114
Name Server : sns-pb.isc.org

Hasil dari whois detik.com, pemilik detik. com adalah PT. Agranet Multicitra 

Registrant:
Siberkom, PT. Agranet Multicitra
Aldevco Octagon Building lt 2
Jl. Warung Jati Barat Raya 75
Jakarta, DKI Jakarta 12740
IN

Domain Name: DETIK.COM

Administrative Contact, Technical Contact:
Siberkom, PT. Agranet Multicitra
Aldevco Octagon Building lt 2
Jl. Warung Jati Barat Raya 75
Jakarta, DKI Jakarta 12740
IN
+62 21 7941177 fax: +62 21 7941176

Record expires on 28-May-2011.
Record created on 13-May-2004.

Domain servers in listed order:

NS.DETIK.NET.ID
NS1.DETIK.NET.ID

Tugas 2: Mencari nama server (NS) dari domain itb.ac.id dan detik.com
Untuk mencari NS saya menggunakan platform unix dengan command sebagai berikut:
$ host -t ns itb.ac.id
menghasilkan 5 buah name server sebagai berikut:
itb.ac.id name server ns3.itb.ac.id.
itb.ac.id name server sns-pb.isc.org.
itb.ac.id name server ns1.itb.ac.id.
itb.ac.id name server ns1.ai3.net.
itb.ac.id name server ns2.itb.ac.id.
$ host -t ns detik.com
menghasilkan 2 buah name server sebagai berikut:
detik.com name server ns1.detik.net.id.
detik.com name server ns.detik.net.id.
Tugas 3: Mencari mx record (MX) dari domain itb.ac.id dan detik.com
Untuk mencari mx record, saya kembali memanfaatkan platform UNIX dengan command:
$ host -t mx itb.ac.id
menghasilkan 2 mx record
itb.ac.id mail is handled by 10 mx1.itb.ac.id.
itb.ac.id mail is handled by 20 mx2.itb.ac.id.
$ host -t mx detik.com
menghasilkan 1 mx record
detik.com mail is handled by 10 mail3.agrakom.com
Tugas 4: Melakukan zone transfer terhadap domain itb.ac.id dan menghitung jumlah 4th level domain
Zone transfer dapat dilakukan terhadap itb.ac.id. Saya memanfaatkan command prompt pada Windows dengan langkah kerja sebagai berikut:
>nslookup
>server 167.205.22.123
> ls itb.ac.id>itb.txt
Hasilnya dapat diamati pada printscreen berikut:

Tugas 5: Dapatkah zone transfer dilakukan terhadap domain detik.com?
Zone transfer dilakukan terhadap detik.com, artinya domain ini memiliki sistem proteksi tersendiri sehingga menghindari kegiatan zone transfer yang tidak bertanggung jawab oleh pihak tertentu.
July 19, 2009 / machandra

T3

Wadezig! Yak setelah lama sekali tidak muncul ke permukaan, akhirnya gue kembali. Bersamaan dengan kemunculan gue, maka segenap direksi termasuk gue mengucapkan permohonan maaf yang sesedeng-sedengnya, semoga amal ibadah kita diterima, amin.

Baiklah, kembali ke tema posting kali ini. T3? Majalah techno? Saingannya T2? Haha, jelas tidak.

T3 = The Toilet Trip

Jadi ceritanya, seminggu yang lalu gue dan keluarga berkelana sekaligus merusuh di negeri orang yang katanya sih eropa (kata temen2 gue yang gaol nulisnya:yuurobhh, haha). Nah, di sana tuh kan pindah-pindah negara tuh, hampir semua perpindahan kita antar negara naek bus gitu. Nah bisa ditebak kan kalo selama perjalanan pasti ada stop nya. Kita stop tuh di kaya pom bensin yah kaya rest area gitu lah, biasa ada supermarket mini nya.

Yang menarik adalah.. hampir setiap stop kita kudu mengunjungi yang namanya toilet, haha. Gue menyebutnya ‘the toilet trip’ yah karena berbagai alesan yang tidak bisa disebutkan satu per satu, tapi dengan bodohnya akan gue sebutkan satu per satu sebagai berikut:

1. Toilet nya kebanyakan bayar, rata-rata 0,5 euro (50 cent) yang kalo dikonversi sekitar 7000an, edan dapet gorengan berapa banyak tuh, haha, tapi ada beberapa sih yang gratis kaya di swiss

2. Toilet nya kebanyakan aer kerannya bisa langsung diminum (lumayan ga perlu beli aer mineral karena di sana lumayan mahal). Tapi saran gue, jangan coba-coba minum aer dari kloset, haha (setelah gue pikir ini saran yang ga penting banget sekali)

3. Toilet nya kebanyakan udah mengalami digitalisasi dalam artian, ga ada tuh tombol yang harus dipijit / diteken / dipencet / dijedot / dipush / whatever. Semuanya udah full sensor gitu, jadi teoritis urinoir ga bau karena ga pernah ada yang kelupaan nyiram, juga untung karena aer keran wastafel bisa dihemat.

4. Toilet nya memiliki sistem flush yang beda-beda, ada yang diteken biasa, ada yang pake sensor jadi kalo orang udah ga duduk di kloset bakal nge-flush, atau ada yang frekuentatif (tiap berapa menit sekali nge-flush sendiri)

5. Toilet nya nyebelin. Kenapa? Soalnya toilet kita beda kultur. Kalo orang bule (kalo di sono ngomongnya ‘byul’ takut2 ada yang tau istilah bule haha) kan suka toilet yang kering, sedangkan kita toilet basah. Jadi biasanya ga disediain shower semprotan gitu, semua harus paket tissue. Mungkin sebagian dari kita ada yang udah biasa, tapi gue pribadi lebih suka toilet basah.

6. Toilet nya kenapa harus bayar? Gue heran deh negara maju2 kaya gitu masih mintain duit ke orang yang ke toilet. Belajar dari mana sodara? Feeling gue sih mereka belajar dari negara2 asia termasuk indo, haha..

7. Toilet nya memiliki sistem. Kalo di McD, setelah makan kan dapet kuitansi, nah di situ ditulis buat cowo kodenya misal AB237, buat cewe kodenya CD889, nah jadi kalo mo ke toilet, untuk buka pintunya kita harus input kode itu ke mesin baru pintunya ngebuka, edan kan? Jadi itu bisa mencegah orang-orang yang mampir McD cuma buat numpang toilet, kreatif banget dah.. Kalo di AutoGrill (supermarket di pom bensin gitu), ada yang sistemnya masuk toilet bayar 0,5 euro terus kita dapet kaya kupon gitu dari mesin. Nah kalo kita belanja di sana misalnya beli cokelat seharga 2 euro, nah kita cuma perlu ngeluarin kocek 1,5 euro plus kupon tadi yang senilai dengan 0,5 euro. Jadi intinya mirip-mirip McD, lo ke sana cuma numpang kencing ya bayar, tapi kalo lo belanja yah kencing gratis, hahaha..

Yah begitulah fakta-faktanya, semoga 7 poin di atas bisa menjadi studi banding ke-toilet-an di negara kita =)

Oh iya mengingat bete juga tiap singgah di mana, stop di mana, selalu ke toilet, 0,5 euro melayang, gue punya ide brilian untuk mempermudah turis. Gue menyarankan gimana kalo diterapkan sistem dufan yaitu TIKET TERUSAN! Asik kan jadi kita pas sampe di eropa terus beli tiket terusan dulu, jadi tiap singgah di mana-mana di tiap negara, tinggal keluar masuk toilet aja deh hahaha.. Hidup TIKET TERUSAN! ^^